BTC Tembusuk $112K: Tiga Indikator Kunci

BTC Baru Tembusuk $112K—Ini Mengapa Penting
Saya tidak perdagangkan berita. Saya perdagangkan data on-chain. Pada 9 Juli, Bitcoin ditutup di $111.925,38—tertinggi sejak awal. Bukan karena desas-desus Fed atau rumor ETF, tapi karena pemegang jangka (LTH) kini kendalikan 74% pasokan—rasio tertinggi sejak 2020. Ini bukan spekulasi. Ini reduksi entropi yang sedang bergerak.
Tiga Katalis Diam
Pertama: Rasio MVRV capai titik terendah lima tahun. Metrik Market-to-Realized Value anjlok saat HODLer berhenti pindahkan koin ke bursa. Volume turun—pasokan mengeras. Ini sinyal invers: ketika pemegang berhenti jual, harga harus naik.
Kedua: Distribusi pasokan S3/S7 terbalik. S3 (pasokan jangka pendek) turun di bawah S7 (jangka panjang), artinya % pasokan aktif di dompet aktif. Sisanya? Terkunci lebih dari 3 tahun. Ini bukan FOMO ritel—itu akumulasi institusional.
Ketiga: Target ekstensi Fibonacci capai \(168K. Channel bull sejak Nov 2022 selaras dengan level ekstensi 61,8%—proyeksi dari pola sebelumnya ('17, '21). Node berikutnya? \)168.500—bukan tebakan, itu geometri yang berulang dalam kode yang bisa kita lihat tapi tak rasakan.
Resonansi Sejarah Bukan Kebetulan
Lihat tahun ‘17 dan ‘21: tiap siklus dimulai dengan lembah MVRV, turun di bawah .5, telah peristiwa halving—and kemudian meledak sepanjang jalur Fibonacci menjadi wilayah parabolik. Kami tidak meramalkan—kami mengamati pola tertanam dalam transisi state blockchain. Fed mungkin debat suku bunga—but rantai tak peduli pada suku bunga—itu peduli pada distribusi dompet dan output tak terpakai.


